Jumat, 31 Oktober 2014

PENDAHULUAN PERINGKAT KINERJA OPERATOR (PKO)



BAB I
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang
Perusahaan mempunyai operator untuk melakukan pekerjaan. Operator memiliki kemampuan berbeda dalam melakuakn pekerjaannya, ada operator yang bekerja secara cepat namun  operator tersebut akan mengalami kelelahan, dan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan perusahaan, hal ini bertolak berlakang dengan operator yang bekerja secara lambat, tentunya ketika operator bekerja secara lambat maka produktifitas menjadi menurun sehingga perusahaan merugi. berdasarkan pernyataan diatas perusahaan menginginkan operator dapat bekerja secara normal artinya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Waktu standard digunakan untuk menyeragamkan waktu kerja dari operator, maka metode yang digunakan adalah peringkat kinerja operasi.
 Peringkat kinerja operasi adalah metode untuk mengkaji kecepatan dan performance kerja operator untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kegunaan dari peringkat kinerja operasi adalah mengetahui distribusi pemakaian waktu sepanjang waktu kerja oleh pekerja atau kelompok kerja, mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat di pabrik, menentukan waktu baku dari pekerja dan memperikirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.
 Produk steaker hitam dipilih karena, saat perakitan produk tersebut tidak memerlukan waktu yang lama sehingga lebih mudah dalam pengambilan data.  Harapannya adalah dapat menyeragamkan waktu kerja yang disebabkan oleh ketidak seragaman waktu operator dalam bekerja.


1.2      Perumusan Masalah
      Perumusan masalah berisi permasalahan yang akan dibahas pada laporan ini. Bagaimana mengukur kinerja operator dari suatu kegiatan berdasarkan waktu terdahulu, aktual, dan estimasi sehingga di dapat tingkat keseragaman data.

1.3       Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah dilakukan untuk membatasi masalah-masalah sehingga hal-hal yang akan dibahas tidak menyimpang. Berikut ini adalah batasan masalah tersebut:
1.     Produk yang dibuat hanya steaker hitam sebanyak 30 buah.
2.     Operator hanya terdiri dari satu orang.
3.     Penghitung waktu timer hanya satu orang.
4.     Penghitung waktu rater hanya hanya satu orang.
5.     Cara yang digunakan untuk faktor penyesuaian hanya cara Shumard dan Westinghouse.

1.4       Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan diperlukan untuk mengetahui tujuan dari pembuatan laporan. Berikut adalah tujuan penulisan tersebut:
1.     Mengetahui hasil uji keseragaman data operator 1 dan 2.
2.     Mengetahui hasil uji kecukupan data operator 1 dan 2.
3.     Mengetahui waktu baku dari pekerjaan yang dilakukan oleh operator 1 dan 2
4.     Mengetahui kinerja dari operator 1 dan 2.
5.     Mengetahui kinerja dari rater 1 dan 2.
6.     Mengetahui kelebihan dan kekurangan serta perbaikan untuk layout dari masing-masing operator.

1.5     Sistematika Penulisan
          Sisetmatika penulisan adalah urutan penulisan yang digunakan untuk sebuah penulisan laporan. Sistematika penulisan terdiri dari bagian-bagian bab yang memiliki bagian tersendiri dalam menyampaikan isi dari sebuah laporan.
BAB I          PENDAHULUAN
Pendahuluan merupakan bagian awal dari penulisan sebuah laporan yang terdiri dari beberapa subbab, bagian-bagian tersebut adalah latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan.
BAB II         LANDASAN TEORI
Landasan teori merupakan bagian dari sistem penulisan laporan yang berisikan tentang teori-teori yang digunakan dalam pembuatan laporan akhir. Teori yang digunakan dalam landasan teori diperoleh dari buku-buku dan jurnal ilmiah yang sesuai dengan materi yang dibutuhkan.
BAB III       METODE PENGAMBILAN DATA
Metode pengambilan data menjelaskan tentang cara-cara yang dilakukan saat pengambilan data secara berurutan. Metode pengambilan data memiliki bagian-bagian didalamnya seperti flowchart pengambilan data, penjelasan flowchart pengambilan data, alat dan bahan yang digunakan, lembar pengamatan (operator 1 dan operator 2)
BAB IV       PEMBAHASAN DAN ANALISIS
Pembahasan dan analisis dalam pembuatan laporan akhir berisikan tentang cara menyelesaikan sebuah permasalahan tentang gerakan operator yang tidak perlu untuk dilakukan, setelah ditemukan solusi dari permasalahan tersebut dilakukan perbaikan dan dianalisis. Su bab pembahasan dan analisis terdiri dari pembahasan yang berisikan deskripsi produk, peta proses perakitan, uji keseragaman data, uji kecukupan data (tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%), perhitungan waktu baku. Subab berikutnya adalah analisis yang berisikan analisis uji keseragaman data, analisis uji kecukupan data, analisis perhitungan waktu baku, analisis kinerja operator 1 dan operator 2, analisis kinerja rater 1 dan rater 2, analisis layout.
BAB V         KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan berisikan hasil dari penulisan laporan yang menjawab tujuan penulisan yang terdapat dalam bab pertama. Saran adalah masukan yang berguna untuk mempermudah proses pembuatan laporan dan pengamatan produk untuk peringkat kinerja operator.

Jumat, 10 Oktober 2014

FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN



Pengertian Filsafat
Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran atau rasio. Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. 

Filsafat Menurut Beberapa Ahli
a.    Al Farabi
Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.
b.    Plato ( 428 -348 SM )
Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.
c.    Aristoteles ( (384 – 322 SM)
Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu.
d.   Cicero (106 – 43 SM )
Filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
e.    Johann Gotlich Fickte (1762-1814 )
Filsafat sebagai Wissenschaftslehre (ilmu dari ilmu-ilmu , yakni ilmu umum, yang jadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan sesuatu bidang atau jenis kenyataan. Filsafat memperkatakan seluruh bidang dan seluruh jenis ilmu mencari kebenaran dari seluruh kenyataan.
f.     Paul Nartorp (1854 – 1924 )
Filsafat sebagai Grunwissenschat (ilmu dasar hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan menunjukan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya.
g.    Imanuel Kant ( 1724 – 1804 )
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yange menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan.Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
1.    Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
2.    Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
3.    Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )

Ciri-ciri Filsafat
a.    Konseptual:
aktivitas berfilsafat tidak membatasi diri pada data-data empiris yang konkret. Filsafat membutuhkan daya abstraksi yang tinggi agar tiba pada konsep-konsep universal tentang realitas. (butuh daya imajinasi dan kekuatan abstraksi yang tinggi).
b.    Koheren:
konsep-konsep yang diciptakan dalam pemikiran filsafat haruslah runtut, mempunyai pertalian satu dengan yang lain. Konsep-konsep tidak bertabrakan satu thadap yang lain atau saling bertentangan secara tidak masuk akal.
c.    Logis dan sistematis:
logis berarti benar menurut penalaran akal sehat dan tidak mengandung kontradiksi. Sistematis berarti konsep-konsep koheren itu membentuk satu kesatuan integratif.
d.   Komprehensif:
semua konsep-konsep yang koheren, logis, dan sistematis berkumpul menjadi satu keseluruhan pengalaman tentang realitas dan manusia.

Manfaat Filsafat Dalam Kehidupan
1.    Sebagai dasar dalam bertindak.
2.    Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
3.    Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
4.    Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.
Pengertian Pengetahuan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengetahuan berarti segala sesuatu yg diketahui; kepandaian: atau segala sesuatu yg diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Adapun pengetahuan menurut beberapa ahli adalah:
a.    Heiddeger
Pengetahuan adalah peristiwa yang menyebabkan kesadaran manusia memasuki terang ada
b.    Martin & Oxman, 1988
Pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek
c.    Anonim
Pengetahuan adalah sumber yang luar biasa, sumber penciptaan nilai yang paling utama.
d.   Robert M.Z. Lawang
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang dialami atau yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari seseorang
e.    Onny S. Prijono
Pengetahuan adalah nilai yang membiasakan orang yang mengembannya untuk selalu tahu (sadar) tentang apa yang dia lakukan dan mandiri dalam penelitian.

Pengertian Ilmu pengetahuan
Ilmu Pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode  yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari istemologepi.
Ciri-ciri Ilmu adalah sebagian daripada aspek kognitif yang terdapat dalam diri manusia. Maka dengan itu ilmu adalah berkaitan dengan aspek kognitif manusia yang lain seperti pengetahuan, pengalaman, dan juga perasaan. Tetapi pada masa yang sama, ilmu adalah berbeda dengan perkara-perkara ini dan ciri-cirinya adalah seperti berikut: Ciri ini membedakan ilmu dengan perasaan dan pengalaman. Contohnya, sesetengah “pengalaman diri” seperti mimpi adalah sukar dipertuturkan melalui bahasa. Tetapi bagi ilmu, ia haruslah sesuatu yang dapat dipertuturkan melalui bahasa. Ilmu mempunyai nilai kebenaran Sesuatu yang digelar sebagai ilmu biasanya dianggap benar. Ciri ini membedakan pengucapan ilmu dengan pengucapan sasastera yang biasanya mengandungi unsur-unsur tahayul.

Sumber: